Gelap masih merayap
merangkul praja berhalimun lesi
Di tepian malam pagi mulai mengendap-endap
Mengintip tiap ingatan yang masih lelap
dibuai mimpi-mimpi
Kokok ayam bersahut
semilir angin di tengah lelah jiwa
Sekedar pendekorasi
Tak mampu membuka kelopak
yang tertaut mati
Shubuh belumlah membentang
Membuat buai tidur semakin panjang
Kemul selimut semakit kuat dipasang
Tak lelah mengikuti jejak bayang-bayang
Dan alpa dari ijabah doa
pada sujud panjang
Sukar memang
Itulah perang
Itulah menang
Itulah sayang
sayang terbuang
Hanya semiang yang bangkit
Pada hati tak berpenyakit
Lebur bersama debur tafakur
Menyelami makna-makna ayat yang tak terukur
Satu dari sekian ribu
Dua dari sekian juta
Segelintir yang mengejawantah
Zagazig, 23 Februari 2012 17.06
Udo Iwan
Debur Tafakur
Written By rumah karya on Kamis, 01 Maret 2012 | 10.00.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar