Assalamu'alaikum...,  Ahlan Wasahlan |  sign in  |  

Ahlan...

Sebuah blog untuk mengekspresikan diri. Manampung tetes pikiran yang jatuh. Sebuah parit kata, yang merayap dari celah jiwa. Sebuah bejana penyambut derai-derai inspirasi. Di sini dicoba untuk dieja. Kali saja menjadi huruf yang bisa dibaca. Menjelma alenia, membentuk cerita. Kalaupun berupa coretan tak berbentuk, mohon seka raut yang berluluk. Biar cerah. Dan jahitkan saku yang masih melambai. Karena aku sosok yang tak luput dari alpa. Thank's!


Debur Tafakur

Written By rumah karya on Kamis, 01 Maret 2012 | 10.00.00

Gelap masih merayap
merangkul praja berhalimun lesi
Di tepian malam pagi mulai mengendap-endap
Mengintip tiap ingatan yang masih lelap
dibuai mimpi-mimpi

Kokok ayam bersahut
semilir angin di tengah lelah jiwa
Sekedar pendekorasi
Tak mampu membuka kelopak
yang tertaut mati

Shubuh belumlah membentang
Membuat buai tidur semakin panjang
Kemul selimut semakit kuat dipasang
Tak lelah mengikuti jejak bayang-bayang
Dan alpa dari ijabah doa
pada sujud panjang

Sukar memang
Itulah perang
Itulah menang
Itulah sayang
sayang terbuang

Hanya semiang yang bangkit
Pada hati tak berpenyakit
Lebur bersama debur tafakur
Menyelami makna-makna ayat yang tak terukur

Satu dari sekian ribu
Dua dari sekian juta
Segelintir yang mengejawantah


Zagazig, 23 Februari 2012 17.06
Udo Iwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar