Assalamu'alaikum...,  Ahlan Wasahlan |  sign in  |  

Ahlan...

Sebuah blog untuk mengekspresikan diri. Manampung tetes pikiran yang jatuh. Sebuah parit kata, yang merayap dari celah jiwa. Sebuah bejana penyambut derai-derai inspirasi. Di sini dicoba untuk dieja. Kali saja menjadi huruf yang bisa dibaca. Menjelma alenia, membentuk cerita. Kalaupun berupa coretan tak berbentuk, mohon seka raut yang berluluk. Biar cerah. Dan jahitkan saku yang masih melambai. Karena aku sosok yang tak luput dari alpa. Thank's!


Saudara Plestina

Written By rumah karya on Kamis, 16 Juni 2011 | 15.01.00

Senandung hati-hati yang luka
dijamah tangan-tangan berlumur dosa.
Menjerit.
Berteriak.
Tapi, semua menulikan telinga.
Membutakan mata.
Membungkamkan suara.



Ah, betapa malang nasibmu, kawan.
Kau dilupakan.
Dan dipinggirkan.
Kau berjuang sendiri.
Melontarkan kerikil-kerikil mati.

Di sana, saudara-saudaramu menonton.
Tersenyum manis melihat kau terjerembab makan tanah.
Seolah ini adalah tontonan yang menakjubkan.
Dengan kau sebagai pejuang malang.

Akupun sama kecil denganmu.
Dari jarak jauh.
Do'a dan dukunganlah yang dapat kuberikan.
Aku tak punya kekuatan.
Aku bukan presiden. Raja.
atau perdana menteri.
Aku juga bukan Jenderal yang punya segudang pasukan.
Aku rakyat jelata
hanya bisa menitikkan air mata dan berdoa.
Semoga kau diberi kekuatan dan kesabaran
saudara palestinaku.


Senin, 16 Mei 2011
Udo Iwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar