Assalamu'alaikum...,  Ahlan Wasahlan |  sign in  |  

Ahlan...

Sebuah blog untuk mengekspresikan diri. Manampung tetes pikiran yang jatuh. Sebuah parit kata, yang merayap dari celah jiwa. Sebuah bejana penyambut derai-derai inspirasi. Di sini dicoba untuk dieja. Kali saja menjadi huruf yang bisa dibaca. Menjelma alenia, membentuk cerita. Kalaupun berupa coretan tak berbentuk, mohon seka raut yang berluluk. Biar cerah. Dan jahitkan saku yang masih melambai. Karena aku sosok yang tak luput dari alpa. Thank's!


Kaca Percaya Diri

Written By rumah karya on Sabtu, 09 Oktober 2010 | 17.08.00

Kapal itu ingin berlayar tenang
tanpa badai atau gelombang
Yang namanya cuaca
tak dapat diterka

Was-was menghujam seketika
melihat gelombang melebihi tiang
Berbagai sangka menyapa
bertengkar di bilik dada
Selamatkah?
Sampaikah?
Tenggelamkah?
Hancurkah? Atau
Meledakkah? Kapal itu ingin berlayar tenang
tanpa badai atau gelombang
Yang namanya cuaca
tak dapat diterka

Was-was menghujam seketika
melihat gelombang melebihi tiang
Berbagai sangka menyapa
bertengkar di bilik dada
Selamatkah?
Sampaikah?
Tenggelamkah?
Hancurkah? Atau
Meledakkah?

Berkecamuk semua rasa
Gelombang khawatir menerjang
Semangat dan mental mengerang

Petir ketakutan melengking nyaring
Menciutkan nyali berani.

Kilat-kilat gagal menari-nari di pelupuk
Kaca-kaca percaya diri pecah berkeping-keping
melesat-lesat bagai anak panah liar
Angin was-was berembus garang
mendorong-dorong kaca-kaca itu

Tak dinyana
keputusasaan pun mendekap
menghilangkan mimpi dan harap

Ketika semua sampai
Badai khawatir raib
Uh, leganya

Angin harapan berembus
Dari bilik-bilik putus asa
Mengibar-ngibarkan semangat gerak

Kini, semua peristiwa itu hanya terpahat di dinding memori
'takkan hilang oleh hujan dan terik matahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar