Hamparan hijau diinjak kaki bercak darah.
Meranggas lapuk ranting didera nestapa.
Berkas sinar mengapung,
tersumbat belukar belantara.
Tinggal pekat bergerilia,
mencipta nista,
mengayam noda.
Menjelmalah perisai baja.
Tak goyah hanya dengan angin kata.
Selasa, 31 Mei 2011
Udo Iwan
Merah.
Written By rumah karya on Kamis, 16 Juni 2011 | 14.50.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar